Title : One Love
Author :
Eunri_Kim
Genre : Fantasy, sad-ending *meibi*, Romance
Genre : Fantasy, sad-ending *meibi*, Romance
Length : Oneshot
Rating : PG(?)
Cast(s) :
*Infinite’s Myung Soo
* Kang Eun Mi ( OC )
*Infinite’s Myung Soo
* Kang Eun Mi ( OC )
Other Cast :
*Find in this story~~^^
Disclaimer : My mine, >< Terinspirasi setelah dengerin lagu JYJ-In Heaven J
*Find in this story~~^^
Disclaimer : My mine, >< Terinspirasi setelah dengerin lagu JYJ-In Heaven J
I’m
going to leave now…
Don’t Leave
Don’t Leave
I’m going to comeback so…
Liar
Liar
Don’t you know how much I Love
You?
Can’t you show that love to me right now?
Can’t you show that love to me right now?
I love you…
Can’t we Love Again?
Author’s
POV
Jalan panjang disepanjang sungai Han
ini memang tak pernah sepi, terlebih hari ini, hari dimana setiap tahunnya akan
dirayakan oleh seluruh warga Korea Selatan, bukan hanya di sepanjang sungai
Han, melainkan diseluruh penjuru Kota Seoul, bahkan seluruh Koreapun mungkin
merayakannya. Ya, hari ini adalah upacara perayaan pergantian musim,
orang-orang Korea mempunyai kepercayaan apabila menyaksikan langsung pergantian
musim maka akan mendatangkan rezeki, bukan hanya harta, melainkan cinta, dan
kebahagiaan.
Seorang Pria bertubuh jangkung ini misalnya, setiap tahun dia akan duduk di pinggir sungai Han untuk menyaksikan daun-daun yang gugur, dan kemudian melukisnya, bukan sebuah pekerjaan, melainkan sebuah hoby pria ini, Myung Soo, namja berusia 22 tahun ini benar-benar mensyukuri keahliannya ini, Kini dia telah selesai dengan beberapa pencil kesayangannya dan secarik kertas yang berukuran tak terlalu besar. Hasil lukisannya pun tak perlu diragukan lagi, gambar yang dihasilkannya benar-benar persis dengan aslinya.. Tidak kurang dari 15 menit, Myung Soo telah selesai melukis pemandangan sungai Han dengan pohon-pohon berjejeran disekitarnya, wanita? Tampak seorang wanita didalam lukisan tersebut… siapa? Seorang wanita berambut panjang yang digerai dengan tubuh sedikit kecil, dan menggunakan blouse biru selutut dengan corak bunga-bunga kecil ini menjadi object yang kini dilukis oleh Myung Soo. Setelah selesai, membereskan perlengkapan melukisnya, Myung Soo, berencana menemui gadis itu, dan memberi gadis itu hasil lukisannya. Tapi, apa boleh buat, gadis itu sudah terlebih dahulu pergi sebelum Myung Soo berhasil menemuinya. Myung Soo tampak kecewa dan memutuskan untuk pulang, tapi saat diperjalanan, ia malah kembali berpapasan dengan wanita yang tadi, kini wanita tersebut sedang mengendarai mobil kuning yang berada tepat disebelah mobil Myung Soo.. Myung Soo berusaha memanggilnya beberapa kali, namun tak ada jawaban, hingga saat dipersimpangan, sebuah mobil berukuran jumbo melaju sangat kencang dan menabrak kedua mobil yang ditumpangi Myung Soo dan yeoja tersebut. Mobil mereka terpental dan jatuh tenggelam ke dalam sungai Han yang berada tepat dibawah tempat kejadian. Myung Soo merasa seperti hilang kekuatan dan tiba-tiba saja dia sudah berada di dunia lain, dunia yang sebelumya belum pernah dia laihat sekalipun, Takut, itulah perasaan yang dirasakannya. Dia bahkan tak tahu tempat ini sebenarnya tempat apa, berwarna putih dengan beberapa orang yang juga menggunakan busana putih.. Myung Soo berjalan kesana kemari untuk mencari orang-orang yang mungkin ia kenali, namun bukan hasil yang ia terima, malah kekuatannya semakin berkurang, akhirnya dia hanya bisa duduk termangu di atas sebuah kursi yang berada disebuah ruangan yang berukuran sangat besar.
“ Sebenarnya tempat ini dimana?” ia mulai bertanya-tanya.
“ Apa mungkin ini bukan di dunia? Tapi mengapa ada rumah? Restoran? Bahkan taman bermain? Hanya saja tempatnya yang berwarna serba putih.. Tidak~~ apa mungkin aku sudah mati?” Myung Soo menjambak rambutnya dan berteriak sekencang-kencangnya, sebelum ia dikejutkan oleh suara dari seorang yeoja.
“ Maaf, apa kau tahu ini dimana?” ucap yeoja tersebut sambil sedikit menunduk..
Myung Soo tampak tak percaya dengan yang ia saksikan sekarang, Ya, bagaimana tidak yeoja yang saat ini berdiri di depannya adalah yeoja yang tadi siang ia lukis.
“ Akhirnya aku menemukan orang yang aku kenal, terima kasih tuhan~” Myung Soo tampak sangat senang, ia bahkan melompat-lompat kegirangan JJ
“ Tunggu dulu, apa kau mengenaliku? Tapi kurasa kita belum pernah bertemu sama sekali.” Yeoja itu tampak bertanya-tanya.
“ Begini, sepertinya kita bukanlah manusia lagi, kau dan aku adalah roh, bukankah sebelumnya kita mengalami kecelakaan di dekat sungai Han??” Myung Soo mencoba menjelaskannya sedikit demi sedikit. Kejadian yang sebenarnya, tampak yeoja tersebut mengannguk-angguk mengerti. Namun tak lama kemudian ia malah menangis dan mengeluarkan air mata.
“ Berarti sama saja aku ini sudah mati, bagaimana dengan eomma dan appa ku? Mereka, mereka bagaimana dengan mereka?” Yeoja itu menangis dan sedikit memukuli kepalanya tak percaya. Tak percaya akan kenyataan yang dia hadapi sekarang ini. Myung Soo merasakan sakit dikepalanya, dia bertanya-tanya, apa roh sepertinya juga bisa merasakan sakit?. Myung Soo mendengar suara nyaring di telinganya, yang bahkan mustahil untuk membuat telinga manusia tidak peka. Myung Soo sedikit berkeringat, yeoja itu mencoba menolong sebisanya, ia tampak begitu khawatir, dengan apa yang terjadi dengan Myung Soo.
Author’s POV END
Seorang Pria bertubuh jangkung ini misalnya, setiap tahun dia akan duduk di pinggir sungai Han untuk menyaksikan daun-daun yang gugur, dan kemudian melukisnya, bukan sebuah pekerjaan, melainkan sebuah hoby pria ini, Myung Soo, namja berusia 22 tahun ini benar-benar mensyukuri keahliannya ini, Kini dia telah selesai dengan beberapa pencil kesayangannya dan secarik kertas yang berukuran tak terlalu besar. Hasil lukisannya pun tak perlu diragukan lagi, gambar yang dihasilkannya benar-benar persis dengan aslinya.. Tidak kurang dari 15 menit, Myung Soo telah selesai melukis pemandangan sungai Han dengan pohon-pohon berjejeran disekitarnya, wanita? Tampak seorang wanita didalam lukisan tersebut… siapa? Seorang wanita berambut panjang yang digerai dengan tubuh sedikit kecil, dan menggunakan blouse biru selutut dengan corak bunga-bunga kecil ini menjadi object yang kini dilukis oleh Myung Soo. Setelah selesai, membereskan perlengkapan melukisnya, Myung Soo, berencana menemui gadis itu, dan memberi gadis itu hasil lukisannya. Tapi, apa boleh buat, gadis itu sudah terlebih dahulu pergi sebelum Myung Soo berhasil menemuinya. Myung Soo tampak kecewa dan memutuskan untuk pulang, tapi saat diperjalanan, ia malah kembali berpapasan dengan wanita yang tadi, kini wanita tersebut sedang mengendarai mobil kuning yang berada tepat disebelah mobil Myung Soo.. Myung Soo berusaha memanggilnya beberapa kali, namun tak ada jawaban, hingga saat dipersimpangan, sebuah mobil berukuran jumbo melaju sangat kencang dan menabrak kedua mobil yang ditumpangi Myung Soo dan yeoja tersebut. Mobil mereka terpental dan jatuh tenggelam ke dalam sungai Han yang berada tepat dibawah tempat kejadian. Myung Soo merasa seperti hilang kekuatan dan tiba-tiba saja dia sudah berada di dunia lain, dunia yang sebelumya belum pernah dia laihat sekalipun, Takut, itulah perasaan yang dirasakannya. Dia bahkan tak tahu tempat ini sebenarnya tempat apa, berwarna putih dengan beberapa orang yang juga menggunakan busana putih.. Myung Soo berjalan kesana kemari untuk mencari orang-orang yang mungkin ia kenali, namun bukan hasil yang ia terima, malah kekuatannya semakin berkurang, akhirnya dia hanya bisa duduk termangu di atas sebuah kursi yang berada disebuah ruangan yang berukuran sangat besar.
“ Sebenarnya tempat ini dimana?” ia mulai bertanya-tanya.
“ Apa mungkin ini bukan di dunia? Tapi mengapa ada rumah? Restoran? Bahkan taman bermain? Hanya saja tempatnya yang berwarna serba putih.. Tidak~~ apa mungkin aku sudah mati?” Myung Soo menjambak rambutnya dan berteriak sekencang-kencangnya, sebelum ia dikejutkan oleh suara dari seorang yeoja.
“ Maaf, apa kau tahu ini dimana?” ucap yeoja tersebut sambil sedikit menunduk..
Myung Soo tampak tak percaya dengan yang ia saksikan sekarang, Ya, bagaimana tidak yeoja yang saat ini berdiri di depannya adalah yeoja yang tadi siang ia lukis.
“ Akhirnya aku menemukan orang yang aku kenal, terima kasih tuhan~” Myung Soo tampak sangat senang, ia bahkan melompat-lompat kegirangan JJ
“ Tunggu dulu, apa kau mengenaliku? Tapi kurasa kita belum pernah bertemu sama sekali.” Yeoja itu tampak bertanya-tanya.
“ Begini, sepertinya kita bukanlah manusia lagi, kau dan aku adalah roh, bukankah sebelumnya kita mengalami kecelakaan di dekat sungai Han??” Myung Soo mencoba menjelaskannya sedikit demi sedikit. Kejadian yang sebenarnya, tampak yeoja tersebut mengannguk-angguk mengerti. Namun tak lama kemudian ia malah menangis dan mengeluarkan air mata.
“ Berarti sama saja aku ini sudah mati, bagaimana dengan eomma dan appa ku? Mereka, mereka bagaimana dengan mereka?” Yeoja itu menangis dan sedikit memukuli kepalanya tak percaya. Tak percaya akan kenyataan yang dia hadapi sekarang ini. Myung Soo merasakan sakit dikepalanya, dia bertanya-tanya, apa roh sepertinya juga bisa merasakan sakit?. Myung Soo mendengar suara nyaring di telinganya, yang bahkan mustahil untuk membuat telinga manusia tidak peka. Myung Soo sedikit berkeringat, yeoja itu mencoba menolong sebisanya, ia tampak begitu khawatir, dengan apa yang terjadi dengan Myung Soo.
Author’s POV END
Myung Soo’s POV
Aku tak percaya dengan
kejadian ini, kupikir ini hanyalah sebuah cerita yang ada di drama-drama korea,
tapi sekarang aku percaya karena aku sendiri yang mengalaminya. Dan yang lebih
membuatku tak percaya adalah yeoja ini, yeoja yang saat ini berada disampingku,
apakah ini yang dinamakan Unmyeong? Aku tak tahu.
Aku merasakan sakit dikepalaku, aku
juga mendengar suara nyaring di telingaku, yang bahkan mustahil untuk membuat
telinga manusia tidak peka. Aku sedikit berkeringat,sakit, bahkan benar-benar
sakit. Yeoja itu, yeoja yang bahkan aku sendiri tidak tahu siapa namanya
mencoba menolongku sebisanya, ia tampak begitu khawatir, dengan apa yang
terjadi denganku. Untunglah tak lama kemudian, keadaanku membaik.
“ Gwenchana? “ yeoja itu memegang dahiku, memastikan apa aku sudah baik-baik saja.
“ Nan, gwenchana..” aku tersenyum kearahnya, aku sedikit bersyukur, karena bagaimanapun dialah satu-satunya orang yang kukenal.
“ Kau.. aku bahkan tak tahu namamu…” dia menjulurkan tangannya, dan sedikit tersenyum kearahku.
“ Myung Soo, namaku Myung Soo..” entah kekuatan dari mana tiba-tiba saja sepertinya aku bisa dengan mudah bangun dan berbicara, padahal baru saja aku rasanya seperti akan mati *udahmatikokmaumati XDXD
“ Aku, Kang Eun Mi, “ kami tertawa bersama, kufikir dia anak yang pendiam dan manja, ternyata dia juga menyuai lelucon, sama sepertiku.. Tak mau berlama-lama dalam kesedihan, akupun mengajaknya menyusuri tempat asing ini.. Kalau saja keluargaku ada disini, aku bahkan lebih menyukai tempat ini.
Orang-orang yang tinggal disinipun ramah-ramah, hanya saja terpancar dari mimik wajah mereka, kalau sebenarnya mereka itu sedih tinggal disini, akupun mulai mengerti keadaan disini, beberapa orang bahkan masih ada yang menangis, kurasa karena mereka terpaksa meninggalkan keluarga mereka, tapi, dilain sisi, sebagian orang lagi tertawa gembira, seperti keluarga yang kutemui ini, mereka adalah satu keluarga yang meninggal dalam kecelakaan 2 tahun lalu, semuanya meninggal dunia dan hidup bersama kembali di tempat ini. Aku bahkan bertemu kembali dengan teman SD ku yang meninggal 7 tahun lalu, benar-benar menakjubkan. Aku terpesona dsaat melihat sebuah bangunan bertingkat dihadapanku, ternyata sedang ada upacara pernikahan di dalamnya. Aku sedikit menggeleng-gelengkan kepalaku, Eun Mipun tampak takjub dengan hal-hal yang kami lihat … Disini juga mengenal waktu, hanya saja waktu disini dibagi menjadi 3 macam, Pagi, Malam, dan Yob, Yob? Ya, itu adalah waktu dimana orang-orang akan bermalas-malasan, biasanya mata kita akan mengantuk namun tidak akan tertidur.Kalau didunia nyata mungkin sama dengan sore. Seorang pria yang cocok dipanggil dengan sebutan kakek, karena rambutnya yang berwarna putih dan kulitnya yang keriput dating menghampiri kami dan berbicara dengan kami. Aku kurang mengerti dengan apa yang dikatakan kakek tersebut.
“ Kematian adalah takdir, begitupun dengan cinta, siapapun dan apapun takdir kalian terimalah, kalian berdua juga adalah takdir, temukan takdirmu, sebelum terlambat, habiskan waktu dengan orang yang kalian cintai, sebelum menyesal, kalian belum sepenuhnya mati…” Kakek itu kemudian menghilang entah kemana. Aku dan Eun Mi memutuskan untuk menginap di sebuah rumah kosong, anehnya disitu telah tertera namaku dan namanya, mungkin ini juga takdir J
“ Gwenchana? “ yeoja itu memegang dahiku, memastikan apa aku sudah baik-baik saja.
“ Nan, gwenchana..” aku tersenyum kearahnya, aku sedikit bersyukur, karena bagaimanapun dialah satu-satunya orang yang kukenal.
“ Kau.. aku bahkan tak tahu namamu…” dia menjulurkan tangannya, dan sedikit tersenyum kearahku.
“ Myung Soo, namaku Myung Soo..” entah kekuatan dari mana tiba-tiba saja sepertinya aku bisa dengan mudah bangun dan berbicara, padahal baru saja aku rasanya seperti akan mati *udahmatikokmaumati XDXD
“ Aku, Kang Eun Mi, “ kami tertawa bersama, kufikir dia anak yang pendiam dan manja, ternyata dia juga menyuai lelucon, sama sepertiku.. Tak mau berlama-lama dalam kesedihan, akupun mengajaknya menyusuri tempat asing ini.. Kalau saja keluargaku ada disini, aku bahkan lebih menyukai tempat ini.
Orang-orang yang tinggal disinipun ramah-ramah, hanya saja terpancar dari mimik wajah mereka, kalau sebenarnya mereka itu sedih tinggal disini, akupun mulai mengerti keadaan disini, beberapa orang bahkan masih ada yang menangis, kurasa karena mereka terpaksa meninggalkan keluarga mereka, tapi, dilain sisi, sebagian orang lagi tertawa gembira, seperti keluarga yang kutemui ini, mereka adalah satu keluarga yang meninggal dalam kecelakaan 2 tahun lalu, semuanya meninggal dunia dan hidup bersama kembali di tempat ini. Aku bahkan bertemu kembali dengan teman SD ku yang meninggal 7 tahun lalu, benar-benar menakjubkan. Aku terpesona dsaat melihat sebuah bangunan bertingkat dihadapanku, ternyata sedang ada upacara pernikahan di dalamnya. Aku sedikit menggeleng-gelengkan kepalaku, Eun Mipun tampak takjub dengan hal-hal yang kami lihat … Disini juga mengenal waktu, hanya saja waktu disini dibagi menjadi 3 macam, Pagi, Malam, dan Yob, Yob? Ya, itu adalah waktu dimana orang-orang akan bermalas-malasan, biasanya mata kita akan mengantuk namun tidak akan tertidur.Kalau didunia nyata mungkin sama dengan sore. Seorang pria yang cocok dipanggil dengan sebutan kakek, karena rambutnya yang berwarna putih dan kulitnya yang keriput dating menghampiri kami dan berbicara dengan kami. Aku kurang mengerti dengan apa yang dikatakan kakek tersebut.
“ Kematian adalah takdir, begitupun dengan cinta, siapapun dan apapun takdir kalian terimalah, kalian berdua juga adalah takdir, temukan takdirmu, sebelum terlambat, habiskan waktu dengan orang yang kalian cintai, sebelum menyesal, kalian belum sepenuhnya mati…” Kakek itu kemudian menghilang entah kemana. Aku dan Eun Mi memutuskan untuk menginap di sebuah rumah kosong, anehnya disitu telah tertera namaku dan namanya, mungkin ini juga takdir J
***
Tak terasa kami sudah satuminggu di
tempat ini, berarti sudah satu minggu juga aku meninggalkan aktivitasku
didunia, tiba-tiba aku jadi rindu melukis,
“ Eun Mi-sshi~ aku mau melukis, aku lukis kamu saja bagaimana??” tanyaku, dia yang saat itu sedang duduk perlahan menatapku dan menyengir kuda.
“ Tentu saja, ayo lukis aku.”
Aku kemudian melukisnya, aku baru teringat sesuatu, baju yang digunakannya waktu itu masih sama dengan baju yang dipakainya sekarang. Kemudian aku teringat bahwa waktu itu, aku begitu terpesona dengan kecantikan Eun Mi. Deg…deg…deg… jantungku, kenapa jantungku berdetak sangat kencang? Jangan-jangan takdir yang dimaksud kakek kemarin adalah ini? Mungkinkah aku dan dia memang sudah ditakdirkan bersama? Munkinkah ini cinta yang harus kucari?
Hujan tiba-tiba turun dengan sangat deras, suara gemuruhpun mengiringi suara hujan yang turun. Bunyi itu, bunyi itu kembali lagi, bunyi yang hamper merenggut indera pendengaranku. Kakek itu juga tiba-tiba datang lagi, hanya saja ia hanya tersenyum dan melambangkan angka 2 dari kejauhan kearahku.. 2? Apa maksud dari angka 2? Eun Mi mendekat kearahku, samar-samar aku bisa melihatnya, dia menunduk dan aku bisa melihat sebuah kalung yang ia gunakan, kalung itu, dia, Eun Mi… Aku langsung memeluknya, dan menangis di pundaknya..
“ Kau kenapa?” Eun Mi menatapku..
“ Kau Eun Mi, kau masih ingat denganku, saat dikereta api 5 tahun lalu? Saat itu aku yang memberikanmu kalung ini.. Aku berjanji jika suatu saat nanti aku menemukanmu, aku akan menjadikanmu yeojachinguku, karena kau cinta pertamaku..
“ Jadi, jadi kau namja yang sudah mencuri first kissku, dan kau juga yang sudah mencuri hatiku 5 tahun lalu dan juga saat ini…” Eun Mi menundukkan kepalanya, aku semakin mengeratkan pelukanku.
Tapi tak lama kemudian, cahaya yang entah datang dari mana seperti menghisap seluruh energiku, pandanganku bahkan mendadak buram, aku tak dapat melihat Eun Mi lagi, mengapa? Apa yang terjadi? Mengapa hatiku rasanya begitu sakit? Aku hanya bisa mendengar samar-samar perkataan Eun Mi..
“ Saranghae~ “
“ Nado Saranghae~”
“ I’m going to leave now”
“ Don’t leave”
“ Don’t you know how much I love You?”
“ Can’t you show that love to me right now?”
“ Aku tidak mau kita berpisa..a…a…h..”
Aku tersadar, sekarang aku sedang berada dalam sebuah ruangan yang kuyakini adalah sebuah rumah sakit. Dan aku sadari ini bukanlah tempat dimana Eun Mi berada, ini dunia nyata..
“ Eun Mi, dimana Eun Mi?” Kucopot segala bantuan pernafasanku, aku bergegas keluar dari ruangan yang lumayan sempit ini, langkahku terhenti saat melihat sosok mayat seorang yeoja yang benar-benar mirip dengan Eun Mi, apa ini Eun Mi? Tida..a..k~ aku memegang penutup wajah Eun Mi dan kembali menangis sekencang-kencangnya..
2 Months Later…
“ Eun Mi-sshi~ aku mau melukis, aku lukis kamu saja bagaimana??” tanyaku, dia yang saat itu sedang duduk perlahan menatapku dan menyengir kuda.
“ Tentu saja, ayo lukis aku.”
Aku kemudian melukisnya, aku baru teringat sesuatu, baju yang digunakannya waktu itu masih sama dengan baju yang dipakainya sekarang. Kemudian aku teringat bahwa waktu itu, aku begitu terpesona dengan kecantikan Eun Mi. Deg…deg…deg… jantungku, kenapa jantungku berdetak sangat kencang? Jangan-jangan takdir yang dimaksud kakek kemarin adalah ini? Mungkinkah aku dan dia memang sudah ditakdirkan bersama? Munkinkah ini cinta yang harus kucari?
Hujan tiba-tiba turun dengan sangat deras, suara gemuruhpun mengiringi suara hujan yang turun. Bunyi itu, bunyi itu kembali lagi, bunyi yang hamper merenggut indera pendengaranku. Kakek itu juga tiba-tiba datang lagi, hanya saja ia hanya tersenyum dan melambangkan angka 2 dari kejauhan kearahku.. 2? Apa maksud dari angka 2? Eun Mi mendekat kearahku, samar-samar aku bisa melihatnya, dia menunduk dan aku bisa melihat sebuah kalung yang ia gunakan, kalung itu, dia, Eun Mi… Aku langsung memeluknya, dan menangis di pundaknya..
“ Kau kenapa?” Eun Mi menatapku..
“ Kau Eun Mi, kau masih ingat denganku, saat dikereta api 5 tahun lalu? Saat itu aku yang memberikanmu kalung ini.. Aku berjanji jika suatu saat nanti aku menemukanmu, aku akan menjadikanmu yeojachinguku, karena kau cinta pertamaku..
“ Jadi, jadi kau namja yang sudah mencuri first kissku, dan kau juga yang sudah mencuri hatiku 5 tahun lalu dan juga saat ini…” Eun Mi menundukkan kepalanya, aku semakin mengeratkan pelukanku.
Tapi tak lama kemudian, cahaya yang entah datang dari mana seperti menghisap seluruh energiku, pandanganku bahkan mendadak buram, aku tak dapat melihat Eun Mi lagi, mengapa? Apa yang terjadi? Mengapa hatiku rasanya begitu sakit? Aku hanya bisa mendengar samar-samar perkataan Eun Mi..
“ Saranghae~ “
“ Nado Saranghae~”
“ I’m going to leave now”
“ Don’t leave”
“ Don’t you know how much I love You?”
“ Can’t you show that love to me right now?”
“ Aku tidak mau kita berpisa..a…a…h..”
Aku tersadar, sekarang aku sedang berada dalam sebuah ruangan yang kuyakini adalah sebuah rumah sakit. Dan aku sadari ini bukanlah tempat dimana Eun Mi berada, ini dunia nyata..
“ Eun Mi, dimana Eun Mi?” Kucopot segala bantuan pernafasanku, aku bergegas keluar dari ruangan yang lumayan sempit ini, langkahku terhenti saat melihat sosok mayat seorang yeoja yang benar-benar mirip dengan Eun Mi, apa ini Eun Mi? Tida..a..k~ aku memegang penutup wajah Eun Mi dan kembali menangis sekencang-kencangnya..
2 Months Later…
Tak terasa Eun Mi sudah 2 bulan
meninggalkanku, aku tak tahu kapan kami akan bersama kembali? Kini aku sedang
berada di pinggir sungai Han, aku mengingat masa-masa kebersamaanku dengan Eun
Mi, Aku masih benar-benar belum bisa merelakan Eun Mi, Yeoja itu, sudah
membuatku kehilangan akal sehatku, aku ingin sekali menyusulnya walaupun
nyawaku yang menjadi korbannya. Aku menyeberangi jalan raya yang memang saat
itu sedang sepi, bahkan jika kita tidur terlentangpun takkan ada yang menabrak,
pikiranku benar-benar kosong. Bahkan aku tak menyadari sebuah mobil yang melaju
diatas kecepatan rata-rata sedang menuju kearahku. Dan… Duarr~ tubuhku
terhempas keudara, aku masih sadar dengan keadaan sekitar, bahkan aku masih
bisa berbicara, aku mengatakan kepada diriku, bahwa aku akan menemui Eun Mi
secepatnya.. Jburr~ tubuhku terjatuh kedalam sungai Han, persis seperti
kejadian 2 bulan lalu, ..
Akhirnya kini aku benar-benar menjadi hantu, dan aku sudah berada di tempat ini, tempat dimana Eun Mi dan aku bisa bersatu.. Aku bisa melihat Eun Mi melambaikan tangannya dan tersenyum padaku..
Kami kembali bersatu, walaupun ini hanya terjadi di dunia ini, tapi setidaknya, aku dan Eun Mi tak akan berpisah lagi, Aku benar-benar berterima kasih karena tuhan memberiku kesempatan agar aku bisa bersama yeoja yang kucintai..
Akhirnya kini aku benar-benar menjadi hantu, dan aku sudah berada di tempat ini, tempat dimana Eun Mi dan aku bisa bersatu.. Aku bisa melihat Eun Mi melambaikan tangannya dan tersenyum padaku..
Kami kembali bersatu, walaupun ini hanya terjadi di dunia ini, tapi setidaknya, aku dan Eun Mi tak akan berpisah lagi, Aku benar-benar berterima kasih karena tuhan memberiku kesempatan agar aku bisa bersama yeoja yang kucintai..
END
Hajarani Nitura






0 komentar:
Posting Komentar