Title : Now going to see / Love You To Death
Author : Eunri_Kim
Author : Eunri_Kim
Genre : Romance, Sad
Rating
: PG
Length : Oneshoot
Cast
(s) :
> Kim Ha Ra ( OC )
> Cho Jae Hyun ( OC )
> Kwon Ae Mi ( OC ) – Yemi
Other Cast :
> Kim Jong Woo
> Choi Myung Won
> Park Sang Woo
Disclaimer : This Story is my mine
For my self >< HAHAHAHAHA~~
> Kim Ha Ra ( OC )
> Cho Jae Hyun ( OC )
> Kwon Ae Mi ( OC ) – Yemi
Other Cast :
> Kim Jong Woo
> Choi Myung Won
> Park Sang Woo
Disclaimer : This Story is my mine
For my self >< HAHAHAHAHA~~
Ojjomyon Joheulkka tojil gonman gateunde
What should I do when I feel like, I could explode?
Mareul halkka malkka tireul naelkka malkka
Should I tell you or not? Should I make it obvious or not?
Noneun iron nal moreujiman
Although you probably don’t know I’m like this ~ Hara Note ~
Hara’s POV
~Seoul , 2013년 19월01일~
Bangunan biru dengan motif bunga-bunga kecil di sepanjang
langit-langit dinding bangunan merupakan pemandangan yang sudah tak asing
bagiku. Ya, aku memang sudah sangat sering mengunjungi tempat ini, bahkan aku
sudah hafal dengan aroma rempah-rempah dari sudut ruangan. Aku duduk menghadap
ke sebuah kaca besar, tiba-tiba suara yang kuyakini berasal dari beberapa namja
mendekat kearahku. Dan yang benar saja, empat sosok namja berjalan dan berhenti
tepat dihadapanku. Siapa? Aku mulai menerka-nerka ke-empat sosok namja tampan
ini, dilihat dari wajahnya, tampaknya mereka bukanlah namja yang jahat.
“ Kau, kenapa melihat kami seperti itu?” Aku menatapnya sekilas sebelum menjawab pertanyaannya.
“ Apa kalian…”
“ Ya Ya, memang benar, itu kami.”
aku belum sempat menyelesaikan perkataanku, tapi dengan cepat namja yang tadi menjawab dengan tepat apa yang ingin kutanyakan.
“ Baiklah kalau begitu, apa yang ingin kalian tanyakan padaku? “ Ternyata memang benar mereka yang diceritakan eonni, bahkan aku tak menyangka mereka lebih tampan dari foto-foto kemarin.
“ Kau, kenapa melihat kami seperti itu?” Aku menatapnya sekilas sebelum menjawab pertanyaannya.
“ Apa kalian…”
“ Ya Ya, memang benar, itu kami.”
aku belum sempat menyelesaikan perkataanku, tapi dengan cepat namja yang tadi menjawab dengan tepat apa yang ingin kutanyakan.
“ Baiklah kalau begitu, apa yang ingin kalian tanyakan padaku? “ Ternyata memang benar mereka yang diceritakan eonni, bahkan aku tak menyangka mereka lebih tampan dari foto-foto kemarin.
“ Begini, sebelumnya
biarkan kami memperkenalkan diri kami satu persatu, aku Cho Jae Hyun, leader, Kim Jong Woo, visual, Choi
Myung Won, lead dancer, dan ini Park Sang Woo main dancer sekaligus manager
sementara kami. “ Aku mendengar semua perkataan Jae Hyun Oppa, sekarang aku
rasa aku sudah mengingat nama-nama mereka.
“ Jadi, apa benar kalian ingin meminta bantuanku untuk menjadi manager tetap kalian?” aku langsung keintinya, kemudian aku tersenyum setelah melihat mereka mengangguk-anggukan kepala mereka.
“ Jadi, apa benar kalian ingin meminta bantuanku untuk menjadi manager tetap kalian?” aku langsung keintinya, kemudian aku tersenyum setelah melihat mereka mengangguk-anggukan kepala mereka.
Mulai hari ini aku resmi menjadi
manager sebuah boyband yang notabenenya masih belum debut sebagai Kpop Idol..
***
Kami rutin melakukan latihan vocal dan dance bersama, kurasa aku mulai menyukai pekerjaan ini. Bahkan kedekatan diantara aku dan keempat namja ini sudah seperti kedekatan seorang dongsaeng dan oppanya.
.
.
Aku bangga akan kerja
keras mereka, walaupun mereka belum resmi debut, tapi kerja keras mereka untuk
berlatih, dan mencoba show kesana kemari itu sudah cukup membuatku kagum.
Seperti halnya hari ini, kami berencana membuat sebuah guerilla concer di daerah Timur Daegu. Perjalanan kesana membutuhkan waktu 3 jam lebih dari Seoul. Pancaran panas matahari membuat kepalaku sedikit pusing. Sebenarnya aku tak ingin menyusahkan mereka, karena perjalanan yang masih jauh dan kendaraan yang kami tumpangi bukanlah mobil, aku yang diboncegi Jae Hyun Oppa mencoba bersenderan sedikit ke arah pundaknya. Sebenarnya aku memang mulai menyukai sosok namja didepanku ini, aku menyukai sifatnya yang hangat dan bertanggung jawab, bahkan aku menyukai gayanya berbicara. Gugup, itu yang kurasakan sekarang, ini pertama kalinya aku diboncengi seorang namja, terlebih namja yang memboncengku adalah namja yang kucintai.
Kami sudah sampai di sebuah penginapan di daerah Daegu, kunaiki anak tangga satu persatu, karena kamar kami terletak dilantai 3, jadi mau tidak mau kami harus menguras sedikit lagi tenaga kami. Tapi naas, aku malah tergelincir dan terjatuh, untunglah tangan kekar Jae Hyun Oppa berhasil menyelamatkanku dari kecelakaan yang mungkin bisa merenggut nyawaku. Deg..deg..deg.., jantungku berdetak sangat kencang, tiba-tiba mataku mendadak buram dan malah pingsan…
Seperti halnya hari ini, kami berencana membuat sebuah guerilla concer di daerah Timur Daegu. Perjalanan kesana membutuhkan waktu 3 jam lebih dari Seoul. Pancaran panas matahari membuat kepalaku sedikit pusing. Sebenarnya aku tak ingin menyusahkan mereka, karena perjalanan yang masih jauh dan kendaraan yang kami tumpangi bukanlah mobil, aku yang diboncegi Jae Hyun Oppa mencoba bersenderan sedikit ke arah pundaknya. Sebenarnya aku memang mulai menyukai sosok namja didepanku ini, aku menyukai sifatnya yang hangat dan bertanggung jawab, bahkan aku menyukai gayanya berbicara. Gugup, itu yang kurasakan sekarang, ini pertama kalinya aku diboncengi seorang namja, terlebih namja yang memboncengku adalah namja yang kucintai.
Kami sudah sampai di sebuah penginapan di daerah Daegu, kunaiki anak tangga satu persatu, karena kamar kami terletak dilantai 3, jadi mau tidak mau kami harus menguras sedikit lagi tenaga kami. Tapi naas, aku malah tergelincir dan terjatuh, untunglah tangan kekar Jae Hyun Oppa berhasil menyelamatkanku dari kecelakaan yang mungkin bisa merenggut nyawaku. Deg..deg..deg.., jantungku berdetak sangat kencang, tiba-tiba mataku mendadak buram dan malah pingsan…
***
Aku bisa merasakan
sebuah lengan membelai lembut rambutku, tapi aku tidak tahu siapa orang itu,
atau mungkin itu hanyalah bunga tidurku? Tapi kurasa tidak..
Aku terbangun setelah kurang lebih 2 jam pingsan, kuedarkan pandanganku keseluruh ruangan, tapi aku tak melihat satu orangpun di sekelilingku. Sebenarnya aku merasa sedikit kecewa. Tapi, yasudahlah, mungkin mereka sedang beristirahat. Lagi pula sepetinya keadaanku sudah sedikit lebih baik, dan aku juga merasa sedikit bosan di dalam kamar ini sendirian, kudengar sedang ada pameran di sekitaran penginapan ini, jadi kuputuskan untuk keluar sebentar untuk melihat pameran itu.
Aku sudah selesai bersiap dan membuka pintu kamarku, aku terkejut saat melihat Jong Woo Oppa mengangkat sebelah kepalan lengannya, kurasa ia ingin mengetuk pintu kamarku.
Aku terbangun setelah kurang lebih 2 jam pingsan, kuedarkan pandanganku keseluruh ruangan, tapi aku tak melihat satu orangpun di sekelilingku. Sebenarnya aku merasa sedikit kecewa. Tapi, yasudahlah, mungkin mereka sedang beristirahat. Lagi pula sepetinya keadaanku sudah sedikit lebih baik, dan aku juga merasa sedikit bosan di dalam kamar ini sendirian, kudengar sedang ada pameran di sekitaran penginapan ini, jadi kuputuskan untuk keluar sebentar untuk melihat pameran itu.
Aku sudah selesai bersiap dan membuka pintu kamarku, aku terkejut saat melihat Jong Woo Oppa mengangkat sebelah kepalan lengannya, kurasa ia ingin mengetuk pintu kamarku.
“ Eh, kau sudah bangun? Mau pergi kemana? “ dia langsung menanyaiku
pertanyaa-pertanyaan yang seakan ingin meng-interview diriku.
“ Jong Woo Oppa Yeogiseo mwohaeyo?”
“ Aku.. aku.. sebenarnya aku ingin mengajakmu keluar, tapi aku takut kau belum bangun.”
“ Ah, baiklah, aku juga ingin keluar, ayo kita pergi bersama.. Tapi dimana yang lain? Jae Hyun Oppa juga tidak kelihatan..” aku berjalan mendahului Jong Woo Oppa.
“ Myung Won dan Sang Woo hyung sedang beristirahat dikamar, tapi aku sama sekali tak melihat Jae Hyun Hyung..”
“ Eum, begitu ya, yasudah cepatlah, aku sudah tidak sabar berjalan-jalan di Daegu.”
Kutarik lengan Jong Woo oppa, sebenarnya aku sangat suka menggoda oppa yang satu ini, kenapa? Tentu saja karena kepolosannya, dia juga sangat suka menggunakan kaca mata hitam, bahkan saat inipun dia menggunakannya.
“ Jong Woo Oppa Yeogiseo mwohaeyo?”
“ Aku.. aku.. sebenarnya aku ingin mengajakmu keluar, tapi aku takut kau belum bangun.”
“ Ah, baiklah, aku juga ingin keluar, ayo kita pergi bersama.. Tapi dimana yang lain? Jae Hyun Oppa juga tidak kelihatan..” aku berjalan mendahului Jong Woo Oppa.
“ Myung Won dan Sang Woo hyung sedang beristirahat dikamar, tapi aku sama sekali tak melihat Jae Hyun Hyung..”
“ Eum, begitu ya, yasudah cepatlah, aku sudah tidak sabar berjalan-jalan di Daegu.”
Kutarik lengan Jong Woo oppa, sebenarnya aku sangat suka menggoda oppa yang satu ini, kenapa? Tentu saja karena kepolosannya, dia juga sangat suka menggunakan kaca mata hitam, bahkan saat inipun dia menggunakannya.
Kami sampai dan tentu
saja langsung beranjak kearah Ice cream stand,
“ Ah, Ice cream..” ucapku sembari memegang perutku.
“ Kau mau? Biar kubelikan..” Aku melihat Jong Woo oppa berjalan kearah si penjual dan kembali dengan membawakan 2 mangkuk Ice Crem Vanilla, aku menyunggingkan senyuman kearah Jong Woo oppa. Dengan lahap, kujilati ice cream yang berada di tanganku, aku heran, kenapa dari tadi oppa terus menatapku seperti itu? Kuarahkan pandanganku kearahnya, bola matanya kini sudah tak tertutupi benda hitam tersebut. Dia kemudian menarikku kepelukannya.
“ Kau kenapa? Lepaas.. kan aku..” rasa-rasanya aku tak bisa bernafas lagi, dia mendekapku begitu erat.
“ Saranghae~” Jong Woo oppa? Benarkah ini dia? Dia menyatakan cintanya padaku? Aku bahkan tak tahu dia menyukaiku.
Deerrt…deerrrt, ponselku bergetar dari saku celanaku. Jong Woo oppa pun perlahan melepaskan pelukannya. Ternyata pesan dari Jae Hyun Oppa.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
From : Jae Hyun Oppa <3
Saeng, kau dimana? Aku mencarimu dikamarmu, tapi kau tak ada..
4:10 PM
Tanpa berfikir panjang aku langsung membalas sms Jae Hyun Oppa, itu sudah kebiasaanku, aku pasti akan dengan cepat membalas sms darinya.
To : Jae Hyun Oppa <3
Oppa, saeng lagi di pameran bersama Jong Woo Oppa J
4:12 PM
“ Ah, Ice cream..” ucapku sembari memegang perutku.
“ Kau mau? Biar kubelikan..” Aku melihat Jong Woo oppa berjalan kearah si penjual dan kembali dengan membawakan 2 mangkuk Ice Crem Vanilla, aku menyunggingkan senyuman kearah Jong Woo oppa. Dengan lahap, kujilati ice cream yang berada di tanganku, aku heran, kenapa dari tadi oppa terus menatapku seperti itu? Kuarahkan pandanganku kearahnya, bola matanya kini sudah tak tertutupi benda hitam tersebut. Dia kemudian menarikku kepelukannya.
“ Kau kenapa? Lepaas.. kan aku..” rasa-rasanya aku tak bisa bernafas lagi, dia mendekapku begitu erat.
“ Saranghae~” Jong Woo oppa? Benarkah ini dia? Dia menyatakan cintanya padaku? Aku bahkan tak tahu dia menyukaiku.
Deerrt…deerrrt, ponselku bergetar dari saku celanaku. Jong Woo oppa pun perlahan melepaskan pelukannya. Ternyata pesan dari Jae Hyun Oppa.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
From : Jae Hyun Oppa <3
Saeng, kau dimana? Aku mencarimu dikamarmu, tapi kau tak ada..
4:10 PM
Tanpa berfikir panjang aku langsung membalas sms Jae Hyun Oppa, itu sudah kebiasaanku, aku pasti akan dengan cepat membalas sms darinya.
To : Jae Hyun Oppa <3
Oppa, saeng lagi di pameran bersama Jong Woo Oppa J
4:12 PM
Setelah beberapa saat, tak ada bunyi
ataupun getar yang berasal dari ponselku, berarti lagi-lagi dia tak membalas
pesanku.. Aku teringat tentang kejadian aku dan Jong Woo.
“ Oppa, kau benar-benar menyukaiku?” aku cemas meliihat wajahnya yang mulai pucat, apa dia benar-benar menyukaiku?
“ Saeng, kau sudah dengar tadi aku benar-benar menyukaimu…” dia malah menundukkan wajahnya, menutupi raut wajahnya yang kini sudah pucat pasi.
“ Mianhae oppa, aku bukan tak menyukaimu, hanya saja aku sudah sangat-sangat menyukai orang lain, dan itu adalah Jae Hyun Oppa.
Ponselku kembali bergetar, kali ini bukan pesan melainkan telepon dari Jae Hyun Oppa..
“ Oppa, kau benar-benar menyukaiku?” aku cemas meliihat wajahnya yang mulai pucat, apa dia benar-benar menyukaiku?
“ Saeng, kau sudah dengar tadi aku benar-benar menyukaimu…” dia malah menundukkan wajahnya, menutupi raut wajahnya yang kini sudah pucat pasi.
“ Mianhae oppa, aku bukan tak menyukaimu, hanya saja aku sudah sangat-sangat menyukai orang lain, dan itu adalah Jae Hyun Oppa.
Ponselku kembali bergetar, kali ini bukan pesan melainkan telepon dari Jae Hyun Oppa..
“ Saeng kau dimananya?”
“ Aku? Di daerah Ice cream stand..”
“ Oh baiklah,, wait me “
“ Aku? Di daerah Ice cream stand..”
“ Oh baiklah,, wait me “
Dia memutuskan sambungan teleponnya.. aku mem-poutkan pipiku, sembari
sedikit tersenyum masam kerah layar ponselku.
“ Saeng~~ “ seseorang menepuk pundakku, dan ternyata itu adalah Jae Hyun Oppa, aku tersenyum sumringah melihatnya,
“ Oh iya, mana Jong Woo? Kau bilang kau bersamanya?” aku tersadar saat JaeHyun Oppa menanyakanku tentang Jong Woo, ternyata Jong Woo sudah pergi.
“ Seperinya dia sudah duluan pulang, sudahlah ayo kita jalan-jalan..”
Kami membeli beberapa bando pasangan, hanya saja aku bukanlah pasangan sesungguhnya Jae Hyun Oppa. Hingga langkah kami terhenti pada suatu permainan yang kurasa hanya membuang-buang waktu saja.. tapi tak apalah, demi Jae Hyun Oppa.. Permainan ini dinamakan WYW, atau write your wish..
Aku langsung menuliskan kata Saranghae to my Jae Hyun <3, dan menggantungkannya di pohon buatan yang sudah di penuhi kertas berwarna-warni, Jae Hyun Oppa sudah terlebih dulu selesai, aku benar-benar penasaran apa yang ditulisnya, dan ternyata nama seorang yeoja, yang bahkan tak pernah terdengar ditelingaku, tanpa terasa air mataku keluar dengan sendirinya… Aku berlari pulang ke penginapan dan membiarkan Jae Hyun Oppa sendiri, langkahku terhenti saat melihat sesosok yeoja sedang tertawa-tawa kecil bersama Myung Won dan Sang Woo Oppa..
“ Kau sudah pulang? Kenalkan ini Kwon Ae Mi, yeoja chingunya Jae Hyun Hyung~” Ujar Myung Won.
Aku menjerit-jerit kecil di dalam hati, aku sengaja tak memperdulikannya dan langsung berlalu dari hadapannya..
Aku masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu, ku isi kembali koper-koperku, dan langsung keluar kembali..
Tangisanku tak dapat kubendung, apalagi menghadapi kenyataan yang sesakit ini, Jae Hyun Oppa menggandeng tangan yeoja itu.. Aku mendekati mereka dan mengucapkan selamat tinggal.
“ Mian~ saeng harus meninggalkan kalian semua, tentang guerilla concer, kalian harus tetap tampil dengan maksimal, saeng yakin kalian bisa” aku bisa melihat kebingungan yang terpancarkan dari benak mereka.
“ Kau kenapa? Kenapa tiba-tiba jadi begini?” Myung Won Oppa menarik lenganku untuk tetap tinggal, dan secara bersamaan Jong Woo Oppa keluar dan juga membawa kopernya..
“ Hey, ada apa lagi ini? Jong Woo kau juga akan meninggalkan kami?”Sang Woo Oppa sudah tak bisa menyembunyikan perasaan amarahnya.
“ Maafkan aku, saeng harus tetap pergi “ aku sudah tak memperdulikan mereka lagi, apapun yang terjadi, ini semua adalah hal yang memang harus aku lakukan. Karena aku tidak sanggup melihat Jae Hyun Oppa bersama yeojachingunya tersebut.. Ku hentikan sebuah taxi yang kebetulan lewat dihadapanku, saat hendak jalan, tiba-tiba Jong Woo juga naik ke dalam mobil yang sama denganku.Aku diam seribu bahasa, aku tahu, aku telah menyakitinya tadi..
“ Maaf …” Aku mencoba memulai percakapan..
“……” Dia bahkan tak melontarkan sedikitpun kata-kata.
“ Saeng~~ “ seseorang menepuk pundakku, dan ternyata itu adalah Jae Hyun Oppa, aku tersenyum sumringah melihatnya,
“ Oh iya, mana Jong Woo? Kau bilang kau bersamanya?” aku tersadar saat JaeHyun Oppa menanyakanku tentang Jong Woo, ternyata Jong Woo sudah pergi.
“ Seperinya dia sudah duluan pulang, sudahlah ayo kita jalan-jalan..”
Kami membeli beberapa bando pasangan, hanya saja aku bukanlah pasangan sesungguhnya Jae Hyun Oppa. Hingga langkah kami terhenti pada suatu permainan yang kurasa hanya membuang-buang waktu saja.. tapi tak apalah, demi Jae Hyun Oppa.. Permainan ini dinamakan WYW, atau write your wish..
Aku langsung menuliskan kata Saranghae to my Jae Hyun <3, dan menggantungkannya di pohon buatan yang sudah di penuhi kertas berwarna-warni, Jae Hyun Oppa sudah terlebih dulu selesai, aku benar-benar penasaran apa yang ditulisnya, dan ternyata nama seorang yeoja, yang bahkan tak pernah terdengar ditelingaku, tanpa terasa air mataku keluar dengan sendirinya… Aku berlari pulang ke penginapan dan membiarkan Jae Hyun Oppa sendiri, langkahku terhenti saat melihat sesosok yeoja sedang tertawa-tawa kecil bersama Myung Won dan Sang Woo Oppa..
“ Kau sudah pulang? Kenalkan ini Kwon Ae Mi, yeoja chingunya Jae Hyun Hyung~” Ujar Myung Won.
Aku menjerit-jerit kecil di dalam hati, aku sengaja tak memperdulikannya dan langsung berlalu dari hadapannya..
Aku masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu, ku isi kembali koper-koperku, dan langsung keluar kembali..
Tangisanku tak dapat kubendung, apalagi menghadapi kenyataan yang sesakit ini, Jae Hyun Oppa menggandeng tangan yeoja itu.. Aku mendekati mereka dan mengucapkan selamat tinggal.
“ Mian~ saeng harus meninggalkan kalian semua, tentang guerilla concer, kalian harus tetap tampil dengan maksimal, saeng yakin kalian bisa” aku bisa melihat kebingungan yang terpancarkan dari benak mereka.
“ Kau kenapa? Kenapa tiba-tiba jadi begini?” Myung Won Oppa menarik lenganku untuk tetap tinggal, dan secara bersamaan Jong Woo Oppa keluar dan juga membawa kopernya..
“ Hey, ada apa lagi ini? Jong Woo kau juga akan meninggalkan kami?”Sang Woo Oppa sudah tak bisa menyembunyikan perasaan amarahnya.
“ Maafkan aku, saeng harus tetap pergi “ aku sudah tak memperdulikan mereka lagi, apapun yang terjadi, ini semua adalah hal yang memang harus aku lakukan. Karena aku tidak sanggup melihat Jae Hyun Oppa bersama yeojachingunya tersebut.. Ku hentikan sebuah taxi yang kebetulan lewat dihadapanku, saat hendak jalan, tiba-tiba Jong Woo juga naik ke dalam mobil yang sama denganku.Aku diam seribu bahasa, aku tahu, aku telah menyakitinya tadi..
“ Maaf …” Aku mencoba memulai percakapan..
“……” Dia bahkan tak melontarkan sedikitpun kata-kata.
Kami sama sekali tidak
berbicara di sepanjang perjalanan, aku sengaja menonaktivkan ponselku, namun
kemudian, aku mencoba menghidupkannya, dan langsung muncul pemberitahuan 43 sms
masuk, dan 99 miscalled dari Jae Hyun Oppa.
Aku mengirimkan sebuah pesan kepada Jae Hyun Oppa..
To : Jae Hyun Oppa <3
Mian~ Saeng harus pergi, selamat untuk hubungannya sama yeoja chingu baru oppa, oya,kalau oppa dengar kata-kata ini, oppa akan ngejawab apa? What should I do when I feel like, I could explode? Should I tell you or not? Should I make it obvious or not?
Aku mengirimkan sebuah pesan kepada Jae Hyun Oppa..
To : Jae Hyun Oppa <3
Mian~ Saeng harus pergi, selamat untuk hubungannya sama yeoja chingu baru oppa, oya,kalau oppa dengar kata-kata ini, oppa akan ngejawab apa? What should I do when I feel like, I could explode? Should I tell you or not? Should I make it obvious or not?
6:17 PM
Satu
Pesan Masuk
From : Jae Hyun Oppa <3
From : Jae Hyun Oppa <3
If you
feel like, u could explode!!
6:20 PM
6:20 PM
Oke, aku sudah membaca
apa pesan dari Jae Hyun Oppa, setidaknya aku harus mengatakannya.
To : Jae Hyun Oppa <3
To : Jae Hyun Oppa <3
Saranghae~
6:23 PM
……
6:23 PM
……
From :
Jae Hyun Oppa <3
Nado, kau
memang bodoh saeng, kau bahkan tak pernah mengatakannya kepada oppa, bagaimana
oppa bisa tahu perasaanmu yang sesungguhnya? Tapi maaf saeng, Ae Mi sudah
menjadi yeoja chinguku sekarang, bagaimana ini? Aku tidak mungkin
memutuskannya.. Aku dengarJong Woo menyukaimu, lebih baik kau terima cintanya.
Dia bahkan tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Sekali lagi maaf saeng…
6:34 PM
6:34 PM
Setelah lama aku menunggu balasannya, ternyata ini yang akan aku
terima? Aku menangis sesenggukan, Jong Woo tampak memelukku dari samping.
Aku kembali membalas sms dari Jae Hyun Oppa,
“ Oppa-ya nappeun, jangan hubungi saeng lagi, berbahagialah, saeng akan menghilang dari kehidupan oppa…”
Aku kembali membalas sms dari Jae Hyun Oppa,
“ Oppa-ya nappeun, jangan hubungi saeng lagi, berbahagialah, saeng akan menghilang dari kehidupan oppa…”
Sebuah keputusan yang berat memang, merelakan
seseorang yang kita cintai, tapi apa daya, aku tak mungkin memaksanya untuk
mencintaiku, Love You To Death, kurasa memang mencintai Jae Hyun Oppa rasanya
seperti akan mati, terlebih saat cintaku ditolak.. Now going to see, Jong Woo Oppa
bahkan lebih baik dari Jae Hyun Oppa, Dan dia bahkan mencintaiku dengan tulus. Aku
berjanji aku akan mencintaimu Jong Woo Oppa, dan aku berjanji aku akan
membencimu Jae Hyun Oppa!!!
END
END
Hajarani Nitura ^^






0 komentar:
Posting Komentar